07 December 2022

Pertiwi

Edit Posted by with No comments

 Asri Fajriani

Kelas 8C

                                                                    Pertiwi

 

Sang pujangga,

tak henti mengukir kata

saat melihat keindahan Indonesia

yang diamalkan nilai-nilai Pancasilanya

oleh masyarakat yang baik budi pekertinya

 

Indonesia, zamrudnya khatulistiwa

berslogan Bhineka Tunggal Ika

beragam suku bangsa

bersatu walau berbeda

 

Kita pewaris Nusantara

kamu Sumatra

dia Papua dan aku Jawa

bersatu menjadi Nusantara

 

Indonesia yang subur tanahnya

ditanamkan sejumlah sumber daya

Indonesia, negara yang beragama

menanamkan kasih sayang di hatinya

 

Merdekalah selalu tanah airku

seluruh tumpah darah ini milikmu

jangan lagi engkau terkurung pilu

para pahlawan t'lah berjuang demi kemerdekaanmu


Restu yang Tak Berpihak

Edit Posted by with No comments

Rani Martias

Kelas 8H

Restu yang Tak Berpihak

Luisa adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas di Bandung. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya. Ia mengambil jurusan bisnis investasi.

Di pagi hari.

Tok... Tok... Tok.... Terdengar suara yang mengetuk pintu kamar Luisa. Dengan mata yang masih berat, ia langsung bergegas membukakan pintunya. Seorang wanita berdiri dengan senyum. Ia langsung menyuruh Luisa untuk makan dan bersiap-siap. Wanita itu tak lain adalah ibunya.

Luisa membalas senyuman ibunya. Kemudian ia langsung pergi ke kamar mandi. Dengan asyiknya ia bernyanyi di toilet.  Mandi pun selesai. Ia berdandan dan melihat dirinya di cermin. Ia tersenyum, seakan hari-harinya sangat istimewa.

Luisa langsung pergi ke dapur dengan senyuman yang riang. Ibu menghidangkan makanan begitu banyak di meja makan. Ayah membaca koran, santai sambil meminum kopi buatan istri tercinta.

Di kampus …

"Hai, Luisa!" terlihat seseorang menghampirinya.

"Hai, Lylia! " sahut Luisa dengan senyumnya.

Lylia adalah seorang mahasiswi juga seperti Luisa. Ia adalah sahabat Luisa sejak kecil. Namun berbeda dengan Luisa. Ayahnya meninggalkannya sejak kecil. Ia sekarang hidup berdua dengan ibunya. Ayahnya tidak pernah memberinya kabar.

                                                                  ***

Saat hendak pergi ke kelas, Luisa dan Lylia melihat segerombolan wanita bergerombol. Karena penasaran, mereka langsung menerobos gerombolan tersebut. Ternyata mereka sedang memandang seorang pria tampan, kekar, dan tinggi yang berada di depan mereka. Luisa dan Lylia terpukau melihatnya. Laki-laki itu tersenyum kedua perempuan tersebut yang  membuat Luisa dan Lylia salah tingkah. Nama pria itu adalah Samuel.

Samuel melihat ke arah Luisa. Ia berdiri dan menghampiri Luisa.

"Hai! Perkenalkan, nama saya Samuel. " Ia mungulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan sopan kepada Luisa.

 

 

"Hai juga. Saya Luisa." Luisa tersenyum dan membalas jabatan tangan Samuel.

Melihat hal itu, Lylia merasa iri. Ia merasa dipandang rendah karena status dan penampilannya tidak seperti Luisa.

Di dalam kelas, saat perkuliahan berlangsung. Samuel duduk sambil menatap Luisa yang sedang belajar dan sementara Lylia ia memasang wajah iri.

Saat pelajaran usai, Lylia langsung pergi meninggalkan kelas. Ia tidak ingin bertemu dengan Luisa. Biasanya ia tidak seperti itu. Luisa juga sangat heran dengan tingkah sahabatnya itu.

Saat itu, kebetulan Samuel lewat. Ia langsung memberi tumpangan kepada Luisa. Luisa tidak menolaknya.

***

Sesampainya di rumah, Lylia buru-buru pergi ke kamar. Pintunya ia kunci. Ia menangis.  Ia membenci Luisa hanya karna seorang laki-laki. Lylia melihat foto mereka dan merobeknya menjadi serpihan kertas yang tak berguna lagi baginya.

Tring... Tiba-tiba Hp-nya berdering. Muncul sebuah pesan. Ia langsung melihatnya, berharap Sam yang mengirim pesan itu. Ternyata, pesan itu berasal dari Luisa.

                      < ◯ Luisa

                           Online

                          ───

P

(Dibaca)

Ly, kok kamu tadi ninggalin aku?

(Dibaca)

Kamu marah???

(Dibaca)

Jangan marah ya... :)

(Dibaca)

 

Lylia hanya membaca isi pesan itu.

 

Tak lama ibunya pulang. Ibunya hanya seorang pekerja paruh waktu. Ia masuk ke kamar Lylia dan melihatnya sedang menangis.

"Kamu kenapa?" tanya ibunya.

Lylia langsung memeluk ibunya dengan erat.

 

(To be continued)

05 December 2022

Lentera Masa Depan

Edit Posted by with No comments

 Dea Mustika

Kelas 9I

Lentera Masa Depan

 

Sang pahlawan tanpa tanda jasa,

Mengajar tanpa perlu korelasi

Layaknya mangata dalam gelap,

Kau bimbing kami menuju masa depan.

 

Suaramu bagai simfoni merdu,

Penuh wawasan dan ilmu.

Mendidik ‘tuk jadi manusia berguna,

Mengajar tanpa kenal rasa lelah.

 

Walau suaramu terhalau oleh bisingnya kelas,

Kau tetap membagi ilmu.

Keberadaanmu sering di anggap bayang,

Namun kau tetap berdiri tangguh.

 

Engkau sang pahlawan sejati,

Kau juangi kehidupan bangsa.

Mengorbankan waktu istirahat,

Kau tuntun kami ‘tuk jadi manusia berwawasan.

 

Demi sang ibu pertiwi,

Kau lawan dinginnya hujan dan panasnya matahari.

Walau terkadang kecewa,

Kau tetap mengajar tanpa pamrih.

 

Layaknya lukisan di atas kanvas,

Kau poles kami dengan ilmu.

Penuh norma jua etika,

Bangun dalam jati diri mulia.

 

Guruku...

Engkau pahlawan anak bangsa,

Jasamu penuh kata mulia.

Jasa yang tidak ‘kan pernah terlupa,

Kau! Pejuang pendidikan bangsa!

 

 

 

 

Note:

*Korelasi: Hubungan timbal balik.

*Mangata: Cahaya bulan di atas air yang membentuk seperti jalan.

Solusi dalam Persahabatan

Edit Posted by with No comments

Delfan Satria Kustiadi

Kelas 8C

Solusi dalam Persahabatan

Mengapa dalam persahabatan selalu ada pertengkaran/masalah? Bagaimana cara mengatasi agar persahabatan kita selalu baik baik saja?

Ini dia solusinya !

A.    Solusi Agar Tidak  Terjadi Permasalahan

1.     Kalian harus sering bertemu dengan sahabat kalian. Tak peduli seberapa sibuk diri kalian, sempatkanlah bertemu dengan sahabat kalian.

2.      Jujurlah satu sama lain. Jangan ada rahasia yang disembunyikan.

3.   Mendukung satu sama lain. Ketika ada teman yang mempunyai masalah, yang dibutuhkan adalah dukungan dari kalian semua.

4.       Memberikan pertolongan saat teman lagi susah.

5.       Menghadiri undangan teman.

 

B.      Solusi Agar Bisa Melewati Permasalahan Persahabatan

1.       Tenangkan diri saat melewati rintangan.

2.       Ceritakan apa yang kamu rasakan dengan jelas dan singkat kepada teman kalian.

3.      Berikan perhatian saat sahabat berbicara.

4.      Lakukan permintaan maaf kepada teman.

5.      Segera cari tahu solusinya agar permasalahan kalian cepat selesai.

6.       Lakukan hal-hal yang menyenangkan bersama teman kalian.

Terima Kasih Ayah ... Ibu ...

Edit Posted by with No comments

 Delfan Satria Kustiadi

Kelas 8C

 

Terima Kasih Ayah ... Ibu ...

 

Ibu...

Engkau yang melahirkanku

Kau yang membesarkanku

Dengan semua pengorbananmu

Agar aku menjadi anak yang berguna

 

Ibu, kau tidak menyatakan lelah

Untuk merawatku

Kau adalah malaikatku

Selalu sabar mengahadapiku

 

Ayah...

Kutahu kau selalu penat

Setelah seharian peras keringat

Untuk menafkahkan keluarga

Dan untuk membahagiakan aku

 

Ayah... Ibu...

Kalian adalah pahlawanku

Terimakasih Ayah...Ibu...

Kalian sudah berjuang  untuk merawatku setiap hari

Melewati berbagai rintangan yang sulit untuk membesarkanku

 

Ayah ...  ibu...

Maafkan aku

Karena sering membantah

Ayah ...  ibu...

Aku sayang kalian berdua

Review Buku: Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah

Edit Posted by with No comments

Nayla Ameera

Kelas 8

                                                                    REVIEW BUKU

 

 

Judul                    :     Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah

Penulis                 :     Alfialghazi

Penerbit              :     Sahima

Tahun Terbit      :     September 2020

Tebal Hlaman    :     246 halaman

 

Alasan saya memilih buku ini karena buku ini sangat menarik untuk dibahas

 

Buku ini berisi tentang motivasi-motivasi hidup islami. Bahasan yang ingin  disampaikan dalam buku ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

•             Bagian pertama atau kepala buku. Bagian ini membahas perihal jatuh bangunnya perjalanan kehidupan. Bagian ini memaparkan situasi yang dialami manusia yang kemudian ditekan lagi oleh pertanyaan-pertanyaan yang berbisik di kepala

•             Selanjutnya bagian kedua atau bagian tengah membahas mengenai cinta. Alfialghazi memasukan bahasan ini karena baginya cinta merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan. Tulisan inti dari buku ini membawakan nasihat yang dibalut dalam kalimat motivasi berbentuk puisi dan juga memberikan analogi kisah Rasulullah dan sahabatnya.

•             Dan yang terakhir adalah bagian penutup. Bagian ini adalah bagian tentang perjalanan iman, proses bagaimana berhijrah, beristiqomah, serta mengingat kematian. Bagian ini merupakan bagian penekanan juga pertanyaan-pertanyaan menggelitik yang berisi hadits serta ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan.

 

Hikmah yang dapat saya ambil setelah membaca buku ini adalah jangan menyerah dan jangan mudah putus asa sesulit apapun keadaanya. Ingatlah bahwa pertolongan Allah selalu ada untuk hamba-Nya. Tinggal kita saja yang senantiasa merayu-Nya, berdoa dengan hati yang lapang, bersabar, dan ikhlas menerima ketentuan takdir-Nya. Maka ketika bahagia itu hadir janganlah kita berbalik arah agar mendapat akhir surga yang istimewa.

 

“Teruntuk para pengendara waktu, bertahanlah sampai surga yang menjadi pelabuhan terakhir kita.”

Bakti Sang Abdi

Edit Posted by with No comments

 Nisrina Azizah

9A

Bakti Sang Abdi

Dalam derap gerimis yang pongah menghunjam

Rasa penasaran memenuhi isi kepala

Angan dan cita melebur ketidakpastian

Membawa sebaris kata bahagia yang menenggelamkan nurani

Di atas pengharapan yang tak berkesudahan

 

Wahai Guruku,

Kau adalah cahaya pelitaku

Kau ulurkan tanganmu dikala aku membutuhkanmu

Kau bimbing aku tanpa kata lelah terdengar di bibirmu

Kau ajarkan padaku semua hal baru

 

Rasa sedih mengepung hati

Melihat kau dengan sejuta bakti

Tapi tak banyak yang mengerti maksud sesungguhnya dari abdi

Kebanyakan orang hanya bisa melihat tanpa mengerti

 

Sejuta terimakasih kuucapkan untukmu

Tak lupa permintaan maaf karena telah banyak membebanimu

Jua menguras tenaga dan pikiranmu

 

Terimakasihku atas jerih payahmu

Kau sungguh telah banyak berjasa dalam hidupku

Kau pahlawan anak bangsa

Jasamu sungguh mulia

Jasa yang tidak 'kan pernah terlupa

Kau! Pejuang pendidikan bangsa!